Posted on: 20/05/2021 Posted by: spotlessowlea5bbd4a Comments: 0

Sejarah Pizza Goreng, Makanan Khas Italia Yang Muncul Akibat Penderitaan Selama Perang Dunia II – Pertemuan pertama saya dengan Fernanda Miano yang berusia 82 tahun terjadi pada awal Agustus. Saat itu dia sedang duduk di kursi plastik di sebuah gang dan merokok, tempat dia menjual makanan sederhana di Quartieri Spagnoli, sebuah distrik bersejarah di Napoli.

Sejarah Pizza Goreng, Makanan Khas Italia Yang Muncul Akibat Penderitaan Selama Perang Dunia II

 Baca Juga : Ketahui Arti Istilah Al Dente dan Cara Memasak Pasta yang Tepat

italianfoodnet – Toko ini bernama Pizza Fritta da Fernanda. Ia hanya menjual dua ukuran pizza, yaitu pizza goreng: large (besar) 3 Euro (50.000 rupee) dan Pi Coke (2 Euro kecil) (33.000 rupee).

Menurut pendapat turis dan penduduk setempat, Miano sangat ramah dan sering disebut sebagai “Nona Fernanda”. Ia belajar cara membuat pizza goreng semacam ini dari ibunya.

Tempatnya berdagang dikala ini merupakan posisi yang serupa dikala keluarganya awal kali mengawali upaya ini sebagian dasawarsa kemudian.

Aku memesan pizza goreng berdimensi besar. Aku tidak ketahui nyatanya ukurannya sebesar kepala aku.

Miano menaruh rokoknya, mempersilakan aku bersandar di bangku yang sebelumnya ia duduki. Kemudian ia mulai membuatkan antaran aku.

Ia nampak sedemikian itu kilat dikala memasak adukan. Ia memakai jari- jarinya buat menguleni adukan yang berbahan aci terigu berdimensi amat lembut, fermen, air, serta sejumput garam.

Miano setelah itu meningkatkan satu cedok tomat yang sudah digerus serta kulit babi yang sudah digoreng. Ia pula meningkatkan keju mozzarella serta ricotta. Selembar adukan pizza kemudian ia taruh di atas adukan serta isian mulanya.

Tahap terakhir, ia menggoreng adukan di dalam minyak, hingga isiannya melebur dan bagian luarnya renyah serta menggembung.

Miano membalut hasil jadinya dengan kertas serta menyerahkannya pada aku.

Ia memandang dikala aku menggigitnya serta ia menanya,” Buono( lezat)?” Saya menganggut. Ia membuktikan mimik muka besar hati serta seakan telah ketahui balasan aku. Mukanya semacam mesem serta menggerenyotkan bibir.

Dikala mangulas pizza neapolitan nama lain pizza berlagak Napoli, banyak orang memikirkan pizza pipih yang dipanggang dalam dapur batu bata, yang terbakar dengan kusen bakar.

Persembahan ini menemukan status Peninggalan Bumi pada tahun 2017 dari Unesco. Pizza neapolitan pula jadi gagasan di balik terciptanya pizza berlagak New York, yang dipublikasikan imigran Italia ke khalayak Amerika Sindikat pada dini era ke- 20.

Pizza fritta merupakan” sepupu” pizza neapolitan yang kurang populer. Persembahan ini timbul selaku dampak dari kekurangan sepanjang Perang Bumi Kedua. Pada era itu Napoli paling tidak 200 kali menemukan serbuan hawa dari Kawan.

Penjelasan itu dipaparkan Simone Cinotto, guru besar asal usul modern di Universita di Scienze Gastronomiche di Pollenzo, Italia. Ia merupakan pengarang novel bertajuk The Italian American Table: Food, Family, and Community in New York City.

” Pizza fritta betul- betul nampak semacam santapan era perang,” tutur Cinotto.

” Dikala itu tidak terdapat materi buat membuat pizza serta banyak dapur betul- betul sirna dampak pemboman. Banyak orang wajib inovatif serta licik buat menciptakan pengganti materi yang lenyap,” tuturnya.

Sebab tidak bisa membuat, terlebih membeli pizza konvensional, masyarakat Napoli kala itu menggoreng adukan. Mereka memakai materi- materi bermutu kecil, semacam teri serta brokoli. Mereka membelinya dalam kondisi busuk buat membuat apa yang setelah itu kita tahu selaku pizza fritta.

Bagian sayur – mayur yang tidak disukai, semacam batang artichoke, pula mereka dipakai.” Apa juga yang Kamu goreng jadi lezat,” tutur Cinotto.

Cinotto mengatakan, tata cara serta penggemar gorengan telah terdapat di Italia semenjak jauh saat sebelum Perang Bumi II. Tetapi pizza fritta dengan cara khusus timbul dampak darurat.

Dinamai” pizza orang”, para orang dagang kaki 5, tercantum keluarga Miano, menjual santapan itu ke banyak orang yang kesusahan ekonomi. Kala itu mereka menamainya” ogge a otto”. Maksudnya klien bisa menyantapnya hari itu serta membayarnya 8 hari setelahnya.

Kejadian ini masuk ke dalam film ciptaan Vittorio de Sica tahun 1954, bertajuk LOro di Napoli( The Gold of Naples). Film itu bermuatan 6 bagian serta berlatar kota itu.

Dalam ayat” Pizze a Credito”( Pizza on Credit), Sophia Loren melukiskan seseorang kreator pizza fritta yang membodohi suaminya. Ia jadi bintang global tidak lama sehabis itu.

Tetapi tidak seluruh orang percaya kalau asal mula pizza fritta sesederhana yang ditafsirkan dalam adat terkenal.

” Bila Kamu memandang novel formula Italia, apalagi dari tahun 1500- an, Kamu menciptakan santapan yang digoreng, adukan yang digoreng,” tutur Fabio Parasecoli, guru besar riset santapan di Unit Riset Vitamin serta Santapan di Universitas New York.

” Aku tidak seluruhnya percaya dengan filosofi kalau santapan itu seketika timbul sehabis Perang Bumi II sebab tidak terdapat santapan di dekat serta lebih gampang menggoreng dari memanggang.

” Betul, itu seluruh betul. Tetapi bagi aku pizza frittadibuat di atas adat- istiadat memasak yang telah terdapat,” tuturnya.

Tetapi, adat- istiadat menggoreng santapan ini terus menjadi terkenal bersamaan durasi. Cinotto menulis, orang di Italia mulai mempertimbangkan berartinya kesehatan pada tahun 1980- an serta 1990- an.

Cinotto pula merujuk hubungan pizza fritta dengan warga kategori ekonomi dasar selaku alibi kehabisan energi pikatnya sepanjang rentang waktu ini.

Bagi Cinotto, kategori menengah perkotaan di selatan Italia, di mana pizza fritta ialah hidangan yang biasa, mulai meninggalkan gorengan hingga dasawarsa kemudian.

Cinotto mengatakan, sehabis itu restoran Napoli yang modern memperkenalkannya kembali di menu mereka. Potret- potret pizza fritta juga menarik atensi di alat sosial.

Salah satu restoran pizza goreng terkenal itu dipunyai Isabella de Cham yang berumur 27 tahun. Ia membuka restoran yang seluruh pekerjanya wanita 2 tahun kemudian di area Rione Sanita Napoli.

Tadinya, de Cham bertugas di Pizzeria Gino Sorbillo serta La Masardona. 2 warung pizza itu populer sebab pizza fritta mereka.

” Aku senantiasa menggemari pizza fritta. Kala aku sedang kecil, aku senantiasa makan pizza fritta pada Minggu pagi,” tutur de Cham.

Tetapi de Cham mengatakan, kala awal kali merambah pabrik santapan, banyak orang memandang persembahan favoritnya selaku santapan kilat hidangan. Serta sebab pemikiran itu, mereka menghindarinya.

De Cham menyudahi mengangkut pandangan pizza fritta dengan materi- materi lawas, semacam gorengan kulit babi yang dipakai Fernanda. Ia membuat menu dengan alterasi elok semacam bebat bayi renyah, sayur endive panggang, serta keju Stilton.

” Jargon kita merupakan pizza fritta yang belum sempat Kamu makan tadinya,” tutur de Cham.

Meski dapat jadi sulit untuk membenarkan awal mula pizza fritta, Francesca Stanzi0la( 22 tahun) , seseorang masyarakat Napoli yang mengatur B&B Museo19, percaya santapan itu merupakan ikon kebesarhatian masyarakat kotanya.

Semacam banyak temannya, orang berumur serta kakek- nenek Stanziola mau mengantarkan narasi mengenai adat- istiadat serta asal usul kota mereka, tercantum pizza fritta.

Stanziola mengatakan, narasi ini amat berarti sebab generasinya dapat jadi yang terakhir berjumpa penyintas serta warung yang buka semenjak Perang Bumi II.

Stanziola, pada faktanya, merupakan orang yang tanpa embel- embel menganjurkan supaya aku mendatangi warung Miano sepanjang aku mendatangi Napoli.

” Fernanda merupakan perempuan Napoli asli. Tidak banyak orang semacam ia yang tertinggal,” tutur Stanziola.

” Bila Kamu mendatangi Napoli serta mau menguasai dan menghormati sejarahnya, Kamu wajib berupaya pizza fritta semacam yang dijualnya,” ucap Stanziola.

Dikala aku kembali ke Napoli sebagian minggu setelahnya buat mendatangi Miano lagi, aku lagi- lagi melihatnya tengah bersandar di bangku plastik di luar tokonya. Tetapi kali ini tanpa rokok.

Ia sepakat buat menceritakan lebih banyak mengenai dirinya, tetapi bila aku memesan 3 pizza fritta darinya.” Aku amat padat jadwal serta cuma bisa berdialog dengan Kamu dikala aku lagi bertugas,” tutur Miano.

Miano tidak bingung aku penasaran mengenai ia. Pada tahun 2018, chef terkenal asal Inggris, Jamie Oliver, mendatanginya buat menekuni metode membuat pizza fritta.

 Baca Juga : Camilan Yang Tak membikin Kamu Gendut

Miano tampak di kegiatan Televisi berjudul Jamie Cooks Italian. Program itu yang mengakibatkan lonjakan kunjungan wisatawan ke tokonya.

Tetapi Miano tampaknya lebih suka dengan statusnya selaku hikayat lokal. Ia berseri- seri tiap kali seseorang orang sebelah menyudahi buat rumpi ataupun dikala seorang melambai dari sepeda motor dikala lewat gangnya.

Aku cermati kalau ini amat kerap terjalin.

” Aku telah populer di mari saat sebelum Oliver tiba,” tutur Miano, seakan membaca benak aku.

Serta lagi, ia membuktikan mimik muka besar hati serta penuh penafsiran padaku, suatu antara senyuman serta seringai.

Share and Enjoy !

Shares